Jualan Harley Davidson Merosot, Siapkan Motor Listrik

Harley Davidson sedang sakit. Pendapatan mereka turun drastis di kuartal keempat tahun 2017 lalu. TIdak tanggung, mereka kehilangan 82 persen pendapatan bersih di kuartal tersebut, jika dibandingkan dengan masa yang sama di 2016. Penyebabnya tidak jauh-jauh, pasar motor di Amerika sedang jenuh. Mereka terpaksa menutup pabrik, tapi tetap optimis bisa luncurkan motor listrik tahun 2019.

Di negeri itu, Harley Davidson mengalami penurunan penjualan hingga 8,5 persen, penjualan global turun hingga 6,7 persen. Belum lagi faktor beban karena mereka sempat melakukan recall beberapa waktu yang lalu. Akibatnya, satu pabrik Harley Davidson yang menampung 800 tenaga kerja di Kansas, terpaksa ditutup. Fasilitas pembuatan ini dipindah ke York, yang lebih kecil.

Harley Davidson Project Livewire
Harley Davidson berjanji, dalam 18 bulan motor listrik mereka sudah siap

Tapi bersamaan dengan kesusahan itu, Harley Davidson tidak menyerah. Mereka mengumumkan kehadiran motor listrik tahun depan. Motor listrik bukan hal baru bagi mereka karena tahun 2014 lalu pernah meluncurkan Project Livewire. Proyek ini hanya memperkenalkan kemampuan dan visi Harley Davidson.

Saat itu, project ini terkesan dipaksakan karena mereka mempromosikannya keliling negeri bermodalkan 40 motor listrik, dan di saat bersamaan harga saham mereka sedang anjlok dari US $75, ke US $7,99. Tapi usaha tersebut kini sepertinya semua akan terbayar dalam 18 bulan nanti. Mereka sudah punya basis untuk motor baru tersebut. Semoga saja berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.