Kisah di Balik Lahirnya BMW 3-Series 2019

Rasa kesal kadang bisa jadi motivasi yang bagus untuk menghasilkan sebuah karya. Contohnya terjadi pada BMW 3-Series G20 terbaru yang meluncur awal bulan Oktober 2018 lalu. 

Banyaknya media yang memberikan nilai buruk pada BMW 3-Series generasi sebelumnya (F30) membuat Klaus Frohlich, Chief Development BMW sebal. “Media Australia, Inggris, Amerika mengatakan BMW E46 CSL adalah 3-Series terbaik terakhir. Saya tidak mau dengar omongan itu lagi!” tegasnya, seperti dikutip oleh situs Motoring Australia

Ia juga menambahkan, misinya adalah membuat produk andalan BMW ini menjadi yang terdepan di kelasnya, dalam bidang kedinamisan pengendaraan. 

F30 memang mengundang banyak kritik dari media karena memiliki pengendaraan dan pengendalian yang terlalu artifisial. Contohnya, elektrik power steering kurang memberikan feedback saat digerakkan. Ini memang bertentangan dengan apa yang biasa 3-Series berikan sejak jaman generasi E21. 

Bagaimanapun, kekesalan Frohlich ditumpahkan kepada produk baru yang dijanjikan punya kedinamisan berkendara terbaik di kelasnya. Dan kelas yang dimaksud memang punya banyak tantangan. Isinya Alfa Romeo Giullia, Jaguar XE dan rival abadi, Mercedes-Benz C-Class. 

Kelebihan BMW Seri 3

Tim pengembangan BMW lantas memberikan banyak hal baru untuk mengulang sukses BMW 3-Series. Mulai dari suspense yang adaptif, penyebaran bobot yang lebih merata (depan-belakang 50:50), konstruksi yang lebih kaku, hingga pemangkasan bobot meski mobil ini punya dimensi yang lebih besar. Kita tunggu saja hasilnya di dunia nyata. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.