Kisah Ferrari 250 GT Unik Milik Sang Putri

Ferrari 250 GT one off

Ferrari 250 GT yang Anda lihat di sini memang berbeda. Dari bentuk, maupun kisah di balik layar yang menghiasi perjalanannya. 250 GT Coupe Speciale, begitu Ferrari yang Anda lihat di halaman ini dinamai. Speciale karena dulunya milik Putri Lilian dari Kerajaan Belgia, yang, bersama suaminya Raja Leopold III, doyan ngebut ngoprek mobil.

Gara-gara perang dunia kedua, sang Raja yang negaranya diinvasi Jerman harus mengalah. Kelar perang dunia, Raja Leopold mulai lagi memuaskan hobi dan kecintaan pada mobil kencang, dan memesan Ferrari 342 America. Tentunya, sang istri juga kebagian mengemudikannya. Mereka kemudian menjadi konsumen reguler Ferrari.

Interior Ferrari 250 GT Belgia

Lalu, apa cerita Ferrari 250 GT antik ini? Dibuat hanya satu di dunia oleh Ferrari dan tim rumah desain Pinin Farina tahun 1957, (sebelum jadi Pininfarina tahun 1961). Ini juga unik karena Ferrari 250 yang lain dibuat oleh rumah desain Carrozzeria Boano. Semua itu karena Enzo Ferrari sangat berterima kasih kepada keluarga kerajaan Belgia.

Jadi ceritanya, saat Ferrari sedang ‘lucu-lucunya’, tahun 1955 Pirelli tiba-tiba menghentikan suplai ban untuk tim balapnya. Perusahaan masih muda, order masih pas-pasan, mereka tidak punya dana untuk beli ban dan melanjutkan balap. Enzo Ferrari lantas curhat pada Putri Lilian ini. Sang putri lantas memanggil produsen ban Belgia bernama Engelbert, yang bersedia membantu. Ferrari pun terselamatkan.

rear view Ferrari 250 GT Speciale

Dua tahun kemudian, Putri Lilian yang pernah jadi sukarelawan Palang Merah saat perang dunia kedua, memesan Ferrari 250 GT. Pemesanan ini ditangani dengan sangat hati-hati dan detail. Ferrari membuatkan yang berbeda tanpa meninggalkan unsur desain 250 GT asli. Lampu depan dilapisi pelindung kaca, dan posisi lampu belakang berbeda. Perubahan itu bikin mobil terlihat lebih panjang dari aslinya. Belum lagi lapisan chrome yang bertebaran tapi tidak bikin norak. Itulah kenapa dari samping terlihat lebih elegan.

Di balik moncongnya, tersemat mesin V12. Untuk menunjang kinerja mesin, kap mesinnya diberikan engine hood untuk memasok udara. Ventilasi juga hadir di setiap fender dengan ukuran yang besar. Beberapa elemen desain ini kemudian dicomot dan dihadirkan untuk Ferrari 250 GT yang lahir setelah 1957.

Mesin Ferrari V12

Putri Lilian sendiri menyimpan mobil ini selama sepuluh tahun, sebelum dihibahkan kepada seorang dokter. Dari sang dokter ini kemudian berpindah lagi hingga akhirnya mendarat di pemiliknya sekarang, yang sudah memilikinya selama 20 tahun.

Harganya sekarang, menurut balai lelang RM Sotheby yang akan melelangnya pada 18 Januari 2019, antara US $11 juta hingga US $13 juta.

Sumber: Silodrome

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.