Motor Honda Ini Adalah Superbike Jalan Raya Pertama di Dunia

Tahun 1966, Honda menyatakan undur diri dari kegiatan balapan motor World Road Racing. Keputusan ini diambil setelah mereka sepakat fokus produksi motor Honda untuk konsumen masal. Dengan percaya diri Honda menyatakan akan menyerap semua pengetahuan yang didapat dari balapan, dan membuat motor besar. Sialnya, mereka tidak tahu pangsa pasar motor besar seperti apa, bagaimana membuatnya. Motor ini kelak dinamai Honda CB750 Four dan sukses membuat tren baru.

Honda CB450 kurang greget menurut dealer Honda di Amerika.
Honda CB450
Foto:Motorivista

Berawal dari desainer Yoshiro Harada berkunjung ke Amerika Serikat, pasar motor Honda terbesar saat itu dan mencoba meyakinkan dealer mereka bahwa produknya adalah yang terbaik dibanding Triumph atau Norton. Itu dilakukan tahun 1967 dan produk yang dijual adalah Honda CB450. “Tahun 1960, pangsa pasar motor di Amerika Serikat adalah 60.000 unit per tahun, dan mayoritas diisi oleh pabrikan Eropa,” kata Harada seperti dikutip dari Honda Global. “Honda hanya sanggup menjual beberapa ratus unit saja. Tapi berdasarkan pengetahuan kami, lahir CB450 yang bisa dijual di Amerika dan Jepang.”

Mati-matian Harada meyakinkan bahwa meski kapasitas mesin lebih kecil dari kompetitor Eropa, tapi performanya lebih baik. Tapi dasarnya kultur negeri itu berbeda, mereka tetap yakin bigger is better. Meski lumayan laku, tapi CB450 tetap tidak bisa merebut hati konsumen dari motor Eropa. Honda Amerika pun mendesak agar dibuatkan sesuatu yang bisa menggebrak.

Harada bingung. seberapa bigger supaya bisa membuat motor yang better. CB450 sendiri punya mesin dua silinder DOHC. Kurang apa lagi? Di Jepang, mesin motor yang paling besar berkapasitas 650 cc. Merasa kurang, ia lantas melirik apa yang dilakukan pabrikan lain. Triumph tersiar sedang mengembangkan mesin 3-silinder berkapasitas 750 cc.

Honda kemudian memutuskan 750 cc dengan tenaga 67 hp adalah target yang harus terwujud. Kenapa 67 hp? Di Amerika, Harley Davidson punya produk bermesin 1.300 cc dengan tenaga 66 hp. Itu salah satu yang harus dikalahkan.

Honda CB750 Four, pelopor superbike dunia. Motor pertama yang punya disk brake dan electric starter

Mulai Dari Nol
Tim pengembang CB750 Four pun dibentuk untuk membuat mesin empat silinder SOHC yang akan dipasang di motor touring jarak jauh yang nyaman, dengan posisi stang yang agak tinggi (tidak bungkuk seperti motor balap), yang saat itu digemari pasar Amerika. Sistem gas buang harus terekspos untuk menunjukan performa.

Soal desain mungkin lebih mudah karena Honda sudah berpengalaman. Apalagi Soichiro Honda menuntut agar motornya harus besar. Yang jadi masalah, karena ini pertama kalinya mereka bikin mesin empat silinder, desain dari hulu ke hilir harus diperhatikan betul. Artinya, mesin ini mudah dibuat dan perawatannya tidak susah.

Belum lagi tuntutan untuk tim adalah membuat motor yang stabil di kecepatan tinggi (140-160 km/jam), punya rem yang mumpuni, komponen yang tahan lama, getaran minimalis, dan sederet syarat lain yang bikin mereka pusing. Tapi dari persyaratan itu, Harada dan timnya berkreasi bebas. Menghasilkan beragam inovasi. Contohnya adalah CB750 Four adalah motor pertama di dunia yang pakai disk brake dan punya starter elektrik. Motor ini juga punya top speed 201 km/jam.

Tahun 1969, Honda CB750 Four ditunjukan pada public untuk pertama kalinya di Tokyo Motor Show. Ukuran, mesin dan pastinya rem cakram, memukau pengunjung. Padahal di balik itu, Tim Harada masih mencari solusi untuk masalah rem yang kerap berisik, brake pad cepat habis, dan lainnya.

Honda CB750 ditunjukan pertama kali di Tokyo Motor Show 1969
CB750 Four ditampilkan perdana di Tokyo Motor Show 1969. Inovasinya bikin pengunjung terpukau.

Lima Per Hari
Kelar masalah pengembangan, berikutnya adalah bagaimana memproduksi. Karena ini adalah produk superbike pertama, trial and error terpaksa dijalankan. Tim produksi sampai harus mampir ke manufaktur mobil untuk belajar peralatan apa saja yang diperlukan agar lancar. Akibatnya proses pembuatan tidak efisien.

Fase awal, menggunakan pabrik di Saitama, Jepang, mereka hanya mampu membuat lima unit CB750 sehari. Di luar dugaan, penerimaan pasar ternyata membludak. Antara senang dan repot, mereka bekerja keras menyempurnakan proses pembuatan ini. Honda bergerak cepat. Fasilitas perakitan ditingkatkan. Lama-lama, tahun 1971 produksi pindah ke pabrik di Suzuka, yang juga merakit mobil Honda. Itu pun lini perakitannya harus dimodifikasi karena terlalu sempit.

Penerimaan Honda CB750 Four yang luar biasa membuat tren baru di pasar motor dunia. Sejak kelahiran motor ini, pabrikan lain ikut menyesuaikan dan membuat motor-motor berkapasitas mesin besar. CB750 sendiri hadir hingga tahun 2007. Sayangnya, versi itu hanya khusus untuk pasar Jepang.

Motor ini juga tidak berhenti berinovasi. Salah satu yang siginifikan adalah Honda CB750A yang hadir tahun 1976. Huruf A melambangkan Automatic. Apanya? Transmisinya. Motor ini punya perseneling 2-speed otomatis, dan bukan pakai CVT. Tapi otomatis seperti pada mobil dengan mengandalkan torque converter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.